Ada beberapa perbedaan yang sangat
mendasar antara system bisnis MLM dengan Money Game yaitu:
1.
Biaya Pendaftaran Keanggotaan
MLM : Biaya pendaftaran sebagai member
dalam bisnis MLM kecil karena hanya untuk menggantikan biaya administrasi,
seperti brosur, tas, starterkit, sampel produk, dll
Money Game : Pada bisnis money
game, biasanya uang pendaftarannya mahal, dari ratusan ribu hingga jutaan,
mereka berkedok menjual produk yang sebenarnya berkualitas rendah atau tidak
sesuai dengan uang pendaftaran member, sponsor/upline mendapatkan profil secara
langsung. Sehingga hal ini berpotensi menimbulakn kerugian pada member yang
bergabung dibawah (donline).
2.
Produk
Produk yang dijual di MLM :
Memiliki ijin
Depkes, BPOM, atau bersetifikat luar negeri. Mudah dijual di pasaran karena
harga dan kualitas masih rasional bagi konsumen. Usaha masih dapat berjalan
meski tidak memiliki downline. Perusahaan memberi jaminan terhadap produk yang
dijual. Perusahaan memiliki departemen khusus yang menangani Penelitian dan
Pengembangan produk. Keuntungan utama perusahaan adalah dari omzet penjualan
produk, bukan dari membership.
Produk yang dijual di Money Game:
Produk biasanya
tidak bisa atau sulit dijual, bahkan pelaku sendiri enggan memakainya.
Membership lebih penting dari produk atau dengan istilah lain tujuan dari
transaksi adalah komisi dan bukan produk.
3.
Marketing Plan
MLM : Perusahaan MLM yang murni
memiliki planning pemasaran yang jelas, darimana asal keuntungannya, level atau
peringkat yang bisa dicapai, passive income, aturan main, dan kode etik bagi
member. Bonus yang diperoleh adalah berdasarkan OMZET penjualan. Bisnis MLM
tidak mengenal sistem binary ataupun piramid dalam marketing plan-nya, tetapi
menganut win-win sistem. Profit yg diperoleh upline mendatangkan profit juga
bagi downline-nya. Ada prinsip keadilan dalam bisnis, dimana downline yg lebih
giat dan fokus dalam bekerja bisa memperoleh profit atau peringkat karier lebih
tinggi dari upline-nya.
Money Game : Pada Money game, berlaku
sistem binary ataupun piramid, dimana upline pasti dpt untung lbh besar. Bonus
yang diperoleh adalah berasal dari Biaya Pendaftaran para membernya.
4.
Surat Ijin APLI dan WFDSA
MLM : APLI (Asosiasi Penjualan
Langsung Indonesia) dan WFDSA (World Federation of the Direct Selling
Associations), merupakan organisasi yang beranggotakan perusahaan MLM Direct
Selling (Penjualan langsung) murni. Dalam organisasi ini ada departemen yang
menyelidiki tentang sistem bisnis MLM apakah sesuai aturan atau tidak. Kedua
organisasi tersebut juga berperan dalam memberi masukan kepada pemerintah
tentang konsep MLM yang sebenarnya.
Money Game : Perusahaan Money Game
tidak tergabung dalam anggota APLI dan WFDSA
5.
Pelatihan dan Support System
MLM : Perusahaan MLM memberikan
pelatihan-pelatihan mengenai produk, “speciality skill” yang diperlukan untuk
memasarkan produknya, leadership, marketing, pengembangan diri, dll. Perusahaan
juga menyediakan support system untuk membantu perkembangan bisnis untuk para
mitranya yang telah dibuktikan oleh upline aktif.
Money Game : Perusahaan money game biasanya
menggunakan model pelatihan motivasi untuk ‘cuci otak’, memotivasi terus
menerus kepada member agar terbina loyalitas dan semangat robotiknya.
Seringkali member berubah menjadi tanpa perasaan, hilang sisi kemanusiaan dan
rasionalitasnya.
Sumber : https://prajahadinata.wordpress.com/2014/10/14/mlm-vs-money-game/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar