Kamis, 18 Juni 2015

Perbedaan yang Mendasar Antara MLM dengan Money Game

Ada beberapa perbedaan yang sangat mendasar antara system bisnis MLM dengan Money Game  yaitu:

1.         Biaya Pendaftaran Keanggotaan

MLM :  Biaya pendaftaran sebagai member dalam bisnis MLM kecil karena hanya untuk menggantikan biaya administrasi, seperti brosur, tas, starterkit, sampel produk, dll

Money Game :    Pada bisnis money game, biasanya uang pendaftarannya mahal, dari ratusan ribu hingga jutaan, mereka berkedok menjual produk yang sebenarnya berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan uang pendaftaran member, sponsor/upline mendapatkan profil secara langsung. Sehingga hal ini berpotensi menimbulakn kerugian pada member yang bergabung dibawah (donline).

2.         Produk

Produk yang dijual di MLM :   Memiliki ijin Depkes, BPOM, atau bersetifikat luar negeri. Mudah dijual di pasaran karena harga dan kualitas masih rasional bagi konsumen. Usaha masih dapat berjalan meski tidak memiliki downline. Perusahaan memberi jaminan terhadap produk yang dijual. Perusahaan memiliki departemen khusus yang menangani Penelitian dan Pengembangan produk. Keuntungan utama perusahaan adalah dari omzet penjualan produk, bukan dari membership.

Produk yang dijual di Money Game:  Produk biasanya tidak bisa atau sulit dijual, bahkan pelaku sendiri enggan memakainya. Membership lebih penting dari produk atau dengan istilah lain tujuan dari transaksi adalah komisi dan bukan produk.

3.         Marketing Plan

MLM :  Perusahaan MLM yang murni memiliki planning pemasaran yang jelas, darimana asal keuntungannya, level atau peringkat yang bisa dicapai, passive income, aturan main, dan kode etik bagi member. Bonus yang diperoleh adalah berdasarkan OMZET penjualan. Bisnis MLM tidak mengenal sistem binary ataupun piramid dalam marketing plan-nya, tetapi menganut win-win sistem. Profit yg diperoleh upline mendatangkan profit juga bagi downline-nya. Ada prinsip keadilan dalam bisnis, dimana downline yg lebih giat dan fokus dalam bekerja bisa memperoleh profit atau peringkat karier lebih tinggi dari upline-nya.

Money Game :  Pada Money game, berlaku sistem binary ataupun piramid, dimana upline pasti dpt untung lbh besar. Bonus yang diperoleh adalah berasal dari Biaya Pendaftaran para membernya.

4.         Surat Ijin APLI dan WFDSA

MLM : APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) dan WFDSA (World Federation of the Direct Selling Associations), merupakan organisasi yang beranggotakan perusahaan MLM Direct Selling (Penjualan langsung) murni. Dalam organisasi ini ada departemen yang menyelidiki tentang sistem bisnis MLM apakah sesuai aturan atau tidak. Kedua organisasi tersebut juga berperan dalam memberi masukan kepada pemerintah tentang konsep MLM yang sebenarnya. 

Money Game :    Perusahaan Money Game tidak tergabung dalam anggota APLI dan WFDSA
  
5.          Pelatihan dan Support System

MLM :   Perusahaan MLM memberikan pelatihan-pelatihan mengenai produk, “speciality skill” yang diperlukan untuk memasarkan produknya, leadership, marketing, pengembangan diri, dll. Perusahaan juga menyediakan support system untuk membantu perkembangan bisnis untuk para mitranya yang telah dibuktikan oleh upline aktif.

Money Game :   Perusahaan money game biasanya menggunakan model pelatihan motivasi untuk ‘cuci otak’, memotivasi terus menerus kepada member agar terbina loyalitas dan semangat robotiknya. Seringkali member berubah menjadi tanpa perasaan, hilang sisi kemanusiaan dan rasionalitasnya.

Sumber : https://prajahadinata.wordpress.com/2014/10/14/mlm-vs-money-game/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar